Home » Uncategorized » TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR

TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR

TUGAS PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR

 

  1. A.    Tugas Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar

Periode usia antara 6-12 tahun merupakan masa peralihan dari pra-sekolah ke masa Sekolah Dasar (SD). Masa ini juga dikenal dengan masa peralihan dari kanak-kanak awal ke masa kanak-kanak akhir sampai menjelang masa pra-pubertas.  Pada umumnya setelah mencapai usia 6 tahun perkembangan jasmani dan rohani anak telah semakin sempurna. Pertumbuhan fisik berkembang pesat dan kondisi kesehatannyapun semakin baik, artinya anak menjadi lebih tahan terhadap berbagai situasi yang dapat menyebabkan terganggunya kesehatan mereka. Dengan kita mengetahui tugas perkembangan anak sesuai dengan usianya maka sebagai orangtua dapat memenuhi kebutuhan apa yang diperlukan dalam setiap perkembangannya agar tidak terjadi penyimpangan perilaku.

Tugas perkembangan atau development tasks menurut  Havighurst adalah “tugas – tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya agar supaya individu menjadi berbahagia”.

Tujuan mempelajari tugas perkembangan ialah:

  1. Mendapatkan petunjuk bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan masyarakat dari mereka pada periode usia – usia tertentu
  2. Memberikan motivasi kepada individu untuk melakukan apa yang diharapkan dari mereka oleh kelompok social pada usia tertentu sepanjang kehidupannya.
  3. Menunjukkan kepada individu tentang apa yang akan dihadapi dan tindakan apa yang diharapkan kalau sampai pada tingkat perkembangan berikutnya

Selain itu ada Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia, faktor – faktor itu antara lain:

  1. Faktor tuntutan kebudayaan yang berbentuk kekuatan, norma hidup, harapan serta nilai – nilai ideal pada kehidupan individu yang sedang berkembang.
  2. Kematangan fisik, merupakan salah satu faktor penentu munculnya tugas – tugas perkembangan pada periode usia – usia tertentu, di samping kondisi kesehatan dan kecacatan.
  3. Kepribadian seseorang, antara lain intelegensi, minat, sikap, kecenderungan sosial emosional, sifat dan karakter.

Setelah mengetahui tujuan dan faktor perkembangan. Berikut akan dijelaskan mengenai karakteristik perkembangan pada periode anak usia Sekolah Dasar, yakni antara lain:

  1. Dorongan untuk ke luar dari rumah dan masuk ke dalam kelompok anak – anak sebaya.
  2. Dorongan yang bersifat kejasmanian untuk memasuki dunia permainan anak yang menuntut  keterampilan tertentu.
  3. Dorongan untuk memasuki dunia orang dewasa yang yaitu dunia konsep – konsep logika, simbol dan komunikasi, serta kegiatan mental lainnya.

Tugas perkembangan anak usiasekolah dasar dikemukakan oleh Havig Hurst dan Erikson. Havig Hurst mengemukakan ada 9 tugas perkembangan yang seharusnya dicapai oleh anak usia sekolah dasar yaitu sebagai berikut:

  1. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk melakukan berbagai permainan.

Pada periode ini pertumbuhan otot dan tulang berlangsung secara cepat, anak belajar menggunakan otot-ototnya utnuk mempelajari berbagai keterampilan. Oleh karena itu, kebutuhan untuk beraktivitas dan bermain sangantlah tinggi. Anak laki-laki aktivitasnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak wanita. Baik laki-laki dan wanita senang bermain dalam kelompok. Makin tinggi kelas anak (usia) makin jelas ciri khas permainan mereka. Implikasinya tyerhadapa sekolah adalah bahwa sekolah berkewajiban untuk membantu anak untuk mencapai tugas perkembangan ini secara optimal. Untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendidik untuk mengoptimalkan pencapaian tugas.

  • Ø Merencanakan dengan serius pemberian kesempatan-kesempatan kepada anak      untuk melakukan aktivitas-aktivitas fisik atau bermain.
  • Ø dalam belajar membatasi gerakan-gerakan anak secara ketat tidaklah pantas dibandingkan tuntutan tugas perkembangan mereka.
  • Ø usaha yang terencana dan serius dalam menanggulangi gangguan perkembangan fisik anak. Sangat diharapkan dari sekolah anak-anak yang sakit harus diobati atas prakarsa sekolah. Perlu disadari betul oleh sekolah, bahwa anak yang sakit fisik sangat terganggu perkembangan mentalnya, yaitu anak menjadi pemurung, rendah diri dan kegairahan belajarnya berkurang, bahkan dapat hilang sama sekali.

 

  1. Membina sikap hidup yang sehat terhadap diri sendiri, sebagai individu yang sedang berkembang.

Anak hendaknya mampu mengembangkan kebiasaan untuk hidup sehat dan melakukan berbagai kebiasaan untuk memelihara keselamatan, kesehatan dan kebersihan diri sendiri. Anak telah tahu bahaya dan penderitaan yang dialami, apabila ia bertingkah laku yang membahayakan kesehatan dirinya sendiri.

 

  1. Belajar bergaul dengan teman sebaya

Anak hendaknya mampu membina keakraban dengan orang lain diluar lingkunagn keluarga. Anak mampu menguasai pola pergaulan yang penuh kasih sayang, keramahan dan memehami perasaan orang lain, khusunya teman sebaya, sifat suka menolong, bertenggang rasa, dan jujur perlu dipelajari anak.

 

  1. Mulai mengembangkan peran sesuai dengan jenis kelamin secara tepat

Pada usia 9 dan 10 tahun anak mulai menyadari peranna sesuai dengan jenis kelaminnya. Annak wanita menampilkan tingkah lakunya sesuai dengan yang diharapkan masyarakat sebagai wanita, demikian juga dengan anak pria.

  1. Mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung

Karena perkembangan intelektual dan biologis sudah matang untuk bersekolah, maka anak telah mampu belajar di sekolah. Anak dapat belajar membaca, menulis dan berhitung, karena kemampuan berfikirnya yang memungkinkan memahami konsep-konsep dan simbol-simbol.

 

 

 

  1. Mengembangkan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari

Pada periode ini anak hendaknya mempunyai berbagai konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Inti dari tugas perkembangan saat ini adalah mengenal konsep-konsep untuk memudahkannya dalam memahami tentang pekerjaan sehari-hari, kemasyarakatan, kewarganegaraan dan masalah yang menyangkut sosial.

  1. Mengembangkan kata hati, moral dan skala nilai

Pada periode sekolah dasar anak hendaknya dapat mengontrol tingkah laku sesuai dengan nilai dan moral yang berlaku, kecintaan terhadap nilai dan moral hendaknya dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Contohnya, anak dapat menghargai miliknya dan milik orang lain, menaati peraturan, menerima tanggung jawab dan mengakui adanya perbedaan dirinya dengan orang lain.

 

  1. Mengembangkan sikap terhadap kelompok dan lembaga-lembaga sosial.

Anak mampu belajar untuk menyadari keanggotaannya sebagai masyarakat sekolah. Anak harus belajar mematuhi aturan-aturan sekolah dan mampu menyeimbangkan antara keinginannya. Untuk melakukan kebebasan dengan kepatuhan terhadap kekuasaan orang tua, guru maupun orang dewasa lainnya. Anakpun harus belajar untuk menyadari bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, baik masyarakat kecil maupun masyarakat luas ada pembagian tugas, seperti tugas orang tua, guru, polisi, dokter dan tugas dalam jabatan lainnya.

 

  1. Mencapai kebebasan pribadi

Tugas perkembangan pada masa ini adalah untuk membentuk pribadi yang otonom, tanpa tergantung pada orang lain dalam mengambil keputusan yang menyangkut dirinya, maupun peristiwa lain dalam kehidupannya.

 

Sedangkan menurut kajian Psikologi tugas perkembangan anak usia sekolah dasar meliputi:

    1. Perkembangan kognitif.
  1. Pengurutan,mampu untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya.
  2. Klasifikasi,mampu untuk memberi nama dan mengidentifikasi benda
  3. Decentering,mempertimbangkan beberapa aspek untuk memecahkan masalah.
  4. Reversibility, memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal.
  5. Konservasi,memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut.
  6. Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain
    1. Perkembangan Moral
    2. ( usia 6 sampai9 tahun) menempati posisi apa untungnya buat saya, perilaku yang benar didefinisikan dengan apa yang paling diminatinya. Penalaran tahap dua kurang menunjukkan perhatian pada kebutuhan orang lain, hanya sampai tahap bila kebutuhan itu juga berpengaruh terhadap kebutuhannya sendiri.  semua tindakan dilakukan untuk melayani kebutuhan diri sendiri saja.
    3. ( Usia 9 – 12 tahun), seseorang memasuki masyarakat dan memiliki peran sosial. Individu mau menerima persetujuan atau ketidaksetujuan dari orang-orang lain karena hal tersebut merefleksikan persetujuan masyarakat terhadap peran yang dimilikinya. Mereka mencoba menjadi seorang anak baik untuk memenuhi harapan tersebut, karena telah mengetahui ada gunanya melakukan hal tersebut. Penalaran tahap tiga menilai moralitas dari suatu tindakan  dengan mengevaluasi konsekuensinya dalam bentuk hubungan interpersonal, yang mulai menyertakan hal seperti rasa hormat, rasa terimakasih, dan golden rule.
      1. Perkembangan mental emosional dan social anak usia sekolah dasar tugas perkembangannya yaitu:

 

1)   Melalui interaksi sosial, anak-anak mulai mengembangkan rasa bangga dalam prestasi dan bangga pada kemampuan mereka.

2)   Anak-anak yang didorong dan dipuji oleh orang tua dan guru mengembangkan perasaan   kompetensi dan kepercayaan keterampilan mereka. Mereka yang menerima sedikit atau tidak ada dorongan dari orangtua, guru, akan meragukan kemampuan mereka untuk menjadi sukses.

3)   Mereka yang layak menerima dorongan dan penguatan melalui eksplorasi pribadi akan muncul dari tahap ini dengan perasaan yang kuat tentang diri dan rasa kemerdekaan dan kontrol. Mereka yang tetap yakin dengan keyakinan dan keinginan mereka akan tidak aman dan bingung tentang diri mereka sendiri dan masa depan.

 

  1. Perkembangan Psikomotor anak usia sekolah dasar pada perkembangannya mencakup
  • Mampu melompat dan menari
  • Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan
  • Dapat menghitung jari – jarinya
  • Mendengar dan mengulang hal – hal penting dan mampu bercerita
  • Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya
  • Memprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya
  • Mampu membedakan besar dan kecil
  • Ketangkasan meningkat
  • Melompat tali
  • Bermain sepeda
  • Mengetahui kanan dan kiri
  • Mungkin bertindak menentang dan tidak sopan
  • Mampu menguraikan objek-objek dengan gambar

 

Kegagalan mencapai tugas-tugas perkembangan ini akan melahirkan perilaku yang menyimpang (delinquency). Penyimpangan yang terjadi pada anak yang berusia sekolah dasar antara lain;

  1. Suka membolos dari sekolah
  2. Malas belajar
  3. Keras kepala

 

Dengan mengetahui tugas perkembangan anak diatas maka peran orang tua sangat dibutuhkan. Dimana dalam mengasuh anak untuk tumbuh dengan maksimal, sempurna dan seimbang butuh pengasuhan ayah dan ibu. Sehingga dapat tercipta keseimbangan antara otak kanan-kiri anak. Sebab setiap anak itu memiliki kepribadian dan karakter yang berbeda-beda. Berikanlah rasa nyaman pada buah hati hingga hormone untuk mendukung pertumbuhannya diproduksi secara maksimal.  Maka dari itu anak usia diatas 6 tahun otak kirinya mulai berkembang, mulai berfikir logis serta lingkungan memberikan pengaruh 30 persen dan orang tua 70 persen. Oleh sebab itu dalam usia ini orang tua dituntut menjadi motivator.

 

 

  1. B.     Praktek Pendidikan yang Diperlukan dalam Melayani Tugas Perkembangan Anak

Pendidikan merupakan pengaruh yang diberikan orang dewasa terhadap orang yang belum dewasa, dalam hal ini adalah pendidikan yang diberikan oleh guru terhadap anak dalam rangka membantu perkembangannya.

Oleh sebab itu pendidikan harus diberikan kepada anak (Mudyahardlo,1992:23). Sebagaimana yang telah dibicarakan sebelumnya bahwa anak tanpa bantuan dari orang lain atau guru tidak akan bisa berkembang atau menjadi dewasa sendiri. Oleh sebab itu, keberadaan orang tua atau guru di sekolah dalam perkembangan anak sangat menentukan.  Orang tua harus dapat melayani tugas perkembangan anak dengan sebaik-baiknya. Misalnya menanamkan kebiasaan untuk bangun pagi, shalat, makan pada waktunya, kebiasaan belajar, bermain, istirahat dan lain-lain. Sebagai orang tua perlu memberikan aturan-aturan yang sesuai dengan norma dan adat istiadat yang berlaku untuk masing-masing lingkungan.

Demikan juga guru di sekolah yaitu dengan menanamkan hidup bersih dan teratur, menciptakan lingkungan yang menunjang, kebiasaan dan disiplin yang tinggi, memberikan tanggung jawab terhadap semua anak, membina kerjasam yang baik, tenggang rasa, peercaya diri melalui mdel-model dan lain-lain. Kepada anak diberikan fasilitas dan kesempatan yang cukup dalam memberdayakan alat-alat yang ada di sekolah, di bawah pengawasan dan bimbingan guru. Guru harus dapat membina kerjasama yang baik dengan orang tua siswa, masyarakat dan semua orang-orang yang terlibat dalam kelancaran proses pendidkan di sekolah.

Baik orang tua maupun guru dalam melayani perkembangan tersebut janganlah bersikap otoriter, karena tipe yang demikian akan menghambat tugas perkembangan anak. Setiap kegiatan anaka dapat diajak untuk bekerjasama dan bermusyawarah. Dengan sikap demikian sangat menentukan keberhasilan anak.

Cara yang dapat dilakukan oleh sekolah untuk membantu tugas-tugas perkembangan siswanya berada pada masa remaja

  1. Usaha membantu pencapaian tugas perkembangan no.1

Untuk membantu tugas perkembangan ini sekolah perlu melakukan berbagai usaha :

  1. Membahas dalam diskusi kelompok-kelompok tentang berfikir positif, empati, kontrol emosi, perasaan altruistik (mengutamakan kepentingan orang lain) dan penampilan menarik perlu bagi remaja untuk membina keakraban dengan lawan jenis.
  2. Melatih siswa untuk selalu bersikap dan berfikir positif, altruistik, empati, kontrol emosi dan berpenampilan yang menarik. Perlu disusun oleh sekolah program latihan khusus untuk latihan berfikir positif, altuistik dan kontrol emosi yang jelas oleh sekolah (khususnya guru pembimbing) dan dilaksankan sebagai kurikulum inti, bukan ekstra kurikuler. Khusus untuk penampilan ada program latihan fisik yang benar bertujuan untuk membentuk pertumbuhan fisik siswa. Dalam pelajran olahraga ada senam atau kegiatan olahraga yang benar-benar membentuk fisik siwa menjadi menarik. Disamping itu gizi siwa hendaknya dipenuhi dengan berbagai cara atau program peningkatan gizi, misalnya dengan pengaturan gizi pada kafe sekolah.

 

  1. Usaha perkembangan tugas perkembangan 2.

Untuk tugas perkembanag ini sekolah perlu melakukan hal-hal yang berikut:

  1. Melakukan bimbingan kelompok yang terjadwal. Untuk membahas tentang mengapa dan bagaimana seorang remaja melaksanakan peranan sebagai wanita dan pria sesuai dengan nilai agama, ilmu penegtahuan dan adat istiadat.
  2. Melatih mereka untukmelaksanakan peranan-peranan itu denagn latihan yang terprogram.
  3. Menciptakan kondisi belajar yang memupuk kerja sama agar masing-masing remaja dapat melaksanakan perannya sesuai dengan jenis kelamin.
  4. Memberi model teman sebaya, guru dan orang yang dikagumi remaja tentang peran-peran yang disesuaikan dengan jenis kelamin.

 

  1. Usaha membantu tugas perkembangan no 3

Usaha-usaha untuk membantu remaja mencapai tugas perkembangan ini adalah:

  1. Memberikan informasi tentang bagaimana merawat fisik sesuai dengan jenis kelamin. Pemberian informasi ini harus dilakukan dalam ruangan yang terpisah antara remaja wanita dan pria. Hal ini dilakukan untuk menghindari perasaan malu, pada masing-masing individu yang berbeda jenis kelamin, jika sedang membahas pertumbuhan fisik yang rahasia.
  2. Melakukan diskusi atau bimbingan kelompok untuk membahas permasalahn yang menyangkut perwatan dan mempergunakan fisik mereka dengan sebaik-baiknya. Khusus remaja wanita diperlukan peragaan untuk merawat fisik (seperti kulit, rambut, orga seks, bau badan) dengan mempergunakan obat-obat tradisional pada waktu yang terprogram dalam kurikulum.

 

  1. Usaha untuk membantu pencapaian tugas perkembangan no.4

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemerdekaan emosi adalah:

  1. Melakukan diskusi atau bimbingan kelompok dibahasa mengapa dan bagaimana emosi remaja yang mandiri, dan cara mengatasi emosi yang dialami remaja.
  2. Personil sekolah harus menampilkan emosi yang sabar, penuh kasih sayang, kebahagiaan dalam mereaksi terhadap remaja, sehingga remaja merasakan senangnya diperlukan dengan emosi yang terkontrol atau positif.
  3. Guru menghargai dengan sikap yang menyokong remaj-remaja yang menampakkan emosi yang positif dalam menghadapi permasalahan yang menyakitkan dan memberitahu bagaimana seharusnya beremosi jika emosi tidak terkontrol.
  4. Membicarakan dengan orang tua tentang bagaimana bertingkah laku emossional positif terhadap remaja, agar remaja berkembang emosinya secara positif.

 

  1. Usah membantu tugas perkembangan no.5

Ada beberapa usaha yang patut dilakukan oleh sekolah agar anak belajar mandiri secara ekonomi, yaitu:

  1. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengelola koperasi sekolah. Menyelenggarakan bazar-bazar sekolah didalam sekolah atau diluar sekolah (mandiri atau bekerjasama dengan lembaga lain) yang dapat menampilkan hasil-hasil usaha siswa.
  2. Melakukan pengembangan bakat-bakat khusus yang benar-benar dapat digunakan untuk mencari penghasilan pada masa sekarang atau masa yang akan datang.
  3. Usaha membantu tugas perkembangan no.6

Untuk membantu pencapaian tugas perkembangan ini sekolah dapat melakukan hal-hakl berikut:

  1. Memperkenalkan potensi-potensi yang dimiliki
  2. Memperkenalkan berbagai pekerjaan yang dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat, dalam rangka memelihara dan memanfaatkan potensi.
  3. Membentuk keyakinan dalam diri remaja tentang jerja keras, dengan memberikan contoh-contoh orang dan negara yang maju yang memiliki filsafat atau keyakinan kerja keras dalam berkarier.
  4. Memberikan penilaian yang tinggi kepada remaja-remaja yang kreatif dalam melakukan hal yang positif, baik dalam bidang akademis, sosial, maupun bakat-bakat khusus.

 

  1. Membantu remaja mengembangkan ketermapilan intelektual no. 7
    1. Bebagai uasaha yang dapat dilakukakn adalah memberikan pengalaman menyusun kurikulum yang benar-benar terkait dengan kebutuhan tuntutan tugas perkembangan remaja pada saat itu, dan melatih mereka menerapkan oengalaman-pengalaman mereka dalam menghadapi kehidupan pendidikan sosial, ekonomi dan lain-lainnya dalam hidup.
    2. Melakukan metode pembelajaran yang mengaktifkan siswa untuk memecahkan masalah-masalah, dengan mempergunakan informasi yang diperoleh melalui berbagai jenis sumber informasi (guru, nara sumber, media cetak, telavisi dan dari pengalaman percobaan-perobaan).
    3. Metode pembelajaan untuk mengembangkan kerja sama, teruama dalam mempelajari kehidupan beragama, hukum-hukum  berwarga negara. Metode ini memungkinkan anak memperoleh pengalaman langsung yang memudahkan mereka mengerti dan menghayati kehidupan beragama dan mempraktekkannya melalui organisasi siswa, organisasi keagamaan dan lain-lain.

 

  1. Usaha sekolah untuk membantu mencapai tugas perkembangan no.8
    1. Memperkaya informasi tentang kehidupan sosial yang menjadi kenyataan dan mengikutsertakan mereka untuk aktif mencari pemecahan masalah kehidupan sosial.
    2. Memperkenalkan siswa remajasecara langsung kepada kehidupan lembaga sosial yang nyata dan meminta mereka berperan serta pada lembaga-lembaga ssosial yang membutuhkan.

 

  1. Usaha sekolah untuk membantu mencapai tugas perkembangan no. 9
    1. Memperkenalkan filasafat hidup sesuai dengan nilai-nilai agama, ilmu penegtahuan dan budaya yang djunjung tinggi melalui berbagai sumeber seperti dari nara sumber dan media cetak.
    2. Meberi kesempatan kepada siswa untuk mengamati sampai berapa jauh hidup itu berpean dalam kehidupan keluarga siswa. 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Hurlock E,B.1991.Perkembangan Anak.Alih Bahasa Mieta Sari Tjanbaba dan Muslichah.Surabaya:Erlangga

http://tugas-perkembangan-didik-usia-sekolah-dasar_aldylo.htm

http://tugas-perkembangan-anak-usia-sekolah.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s